Analisis Keandalan Teknologi Pengolah Sampah TPA Menjadi Bahan Bakar Refuse Derived Fuels (RDF) dengan Pendekatan Six Sigma DMAIC

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Farid Mujayyin
Dea Argita Gunarso
Nugrahadi Djazaul Mukhsinin

Abstract

Teknologi pengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuels (RDF) merupakan teknologi pendukung eksplorasi potensial material baru yang diciptakan untuk memilah, memproses, dan mencacah tumpukkan sampah TPA sampai menjadi alternatif bahan bakar. Namun hanya mampu memproduksi 3 ton/hari, sehingga dibutuhkan peningkatan performa mesin dan laju produksi dengan metode Six Sigma DMAIC. Mengukur performa mesin melalui pengecekan SOP, getaran, suara, kelurusan komponen dengan menampilkan diagram pareto yang menunjukkan pemilahan sampah (52%), ballistic separator (15%) kinerja mesin shredder (45%) pengering RDF (32%) dan menghitung nilai Overall Equipment Effectivenes (OEE) rata-rata efektifitas mesin 15,69%. Analisis menentukan penyebab utama kerusakan pada mesin pengolah sampah dengan diagram fishbone yaitu pemilahan dan kondisi shredder. Improve menentukan perbaikan dan meningkatan laju produksi RDF. Control memonitor proses manufaktur material sampah masuk ke mesin pengolah sampai pada finishing produk RDF berdiameter 25 mm. Peningkatkan performa pada laju proses produksi RDF dapat ditingkatkan nilai OEE pasca dilakukan perbaikan  sebesar 45,85% sehingga ada kenaikan sebesar 30,16% dari nilai sebelumnya.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Mujayyin, F., Gunarso, D. A., & Mukhsinin, N. D. (2020). Analisis Keandalan Teknologi Pengolah Sampah TPA Menjadi Bahan Bakar Refuse Derived Fuels (RDF) dengan Pendekatan Six Sigma DMAIC. Jurnal Mekanik Terapan, 1(2), 133–141. https://doi.org/10.32722/jmt.v1i2.3360

References

  1. Eyad Batarseh, M. A. (2018). Analysis of Refuse Derived Fuel Utilization from Aqaba Municipal Solid Waste. Jordan Journal of Civil Engineering, Volume 12, No. 2 page 245-253.
  2. Gupta, N. (2013). An Application of DMAIC Methodology for Increasing the Yarn Quality in Textile Industry. IOSR Journal of Mechanical and Civil Engineering, 50-65.
  3. Hanky Fransiscus, C. P. (2014). Implementasi Metode Six Sigma DMAIC untuk Mengurangi Paint Bucket Cacat di PT X. Journal Rekayasa Sistem Industri Vol.3, No.2 unpar, 53-64.
  4. Haryanto, M. T. (2014). Evaluasi dan Optimalisasi Sistem Manajemen Teknik Operasional Pengelolaan Sampah (studi kasus: kec ungaran barat, kec ungaran timur). Reposetory Universitas Diponegoro, 54-61.
  5. Hasan, R. (2018). Guidelines on Usage of Refuse Derived Fuel in Various Industries. India: Ministry of Housing and Urban Affairs (MoHUA).
  6. Hassan, M. K. (2013). Applying Lean Six Sigma for Waste Reduction in a Manufacturing Environment. American Journal of Industrial Engineering, Vol. 1, No. 2 page 28-35.
  7. Meriastuti Ginting, I. M. ( 2012). Usulan Peningkatan Performa Mesin K413 Berdasarkan Analisis Nilai Overall Equipment Effectiveness pada Divisi Knitting di PT Mulia Knitting factory. Jurnal Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Kristen Krida Wacana, Vol. 01 No.04, hal 369-381.
  8. Purwono Hendro, D. T. (2016). Pengujian dan perhitungan performa mesin komatsu SA 12 V 140-1 Setelah Proses Manufacturing. Sintek Jurnal Mesin Teknologi , 6-11.
  9. Ummatin Kuntum, S. P. (2015). Pemodelan Pengelolaan Sampah Kota Sebagai Bahan Energi Alternatif Di Kabupaten Gresik. Seminar Nasional Terpadu Keilmuan Teknik Industri, (pp. 65-74). Malang: Universitas Brawijaya.