Analisis Nilai Kalor dan Nilai Ultimate Briket Sampah Organik Dengan Bubur Kertas

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Arifia Ekayuliana
Noor Hidayati

Abstract

Briket arang sampah merupakan jenis bahan bakar yang ramah lingkungan dan dapat diperbarui, dibuat dari aneka jenis sampah seperti ranting, dedaunan, rumput, jerami, sampah pasar, pertanian, dan industri yang diolah melalui proses karbonisasi. Penelitian terkait dengan briket sampah banyak dilakukan oleh para peneliti dan sebagian besar menggunakan perekat tepung sagu. Briket sampah yang menggunakan perekat bubur kertas belum menarik perhatian sehingga belum banyak yang menggunakan media perekat dengan menggunakan kertas. Di sisi lain, pemilihan kertas sebagai bahan perekat ini relatif homogen dengan sampah sehingga mudah bercampur dan mudah terbakar. Parameter yang diamati meliputi komposisi sampah dan bubur kertas. Sampah daun kering berasal dan kertas yang digunakan adalah kertas tak terpakai di lingkungan Jurusan Teknik Mesin. Hasil pengujian briket daun kering dan perekat bubuk kertas dengan metode pengujian nilai kalor dan nilai ultimate dari briket tersebut. Nilai kalor yang dihasilkan dari briket daun kering dengan campuran daun kertas mencapai 5035.57 cal/gram. Serta hasil pengujian ultimate pada briket untuk nilai carbon sebesar 48.34%, hydrogen 3.23%, nitrogen 0.58%, oksigen 30.89% dan sulfur 0.07%

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Ekayuliana, A., & Hidayati, N. (2020). Analisis Nilai Kalor dan Nilai Ultimate Briket Sampah Organik Dengan Bubur Kertas. Jurnal Mekanik Terapan, 1(2), 107–115. https://doi.org/10.32722/jmt.v1i2.3357

References

  1. https://www.merdeka.com/uang/bps-3884-juta-orang-sudah-lakukan-sensus-penduduk-online-2020.html. (diakses tanggal 25 April 2020)
  2. Outlook Energi 2019
  3. Fitri, Nursyah. Pembuatan briket dari campur kulit kopi (Coffea Arabica) dan Serbuk Gergaji dengan menggunakan getah pinus (pinus merkusii) sebagai perekat. Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin. Makasar. 2017
  4. Supriyatno. Et al. Studi Kasus Energi Alternatif Briket Sampah Lingkungan Kampus POLBAN Bandung. Pusat Penelitian Fisika. Lipi. Bandung. 2010.
  5. https://www.bulelengkab.go.id/detail/artikel/pengertian-dan-pengelolaan-sampah-organik-dan-anorganik-13 (diakses tanggal 25 April 2020)
  6. Liansari, Paidingi, “Penggunaan Limbah Bubur kertas dan fly ash pada batako’Jurusan Tenik Sipil, Universotas Atma Jaya Yogyajkarta, 2013
  7. Sariadi. “Pemanfaatan Kulit Kopi Menjadi Biobriket” Jurnal Reaksi Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe 7, no. 14 (Juni, 2009)
  8. Sahputra, Andi dkk. “Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Alium ascalonicum. L) Terhadap Pemberian Kompas Kulit Kopi Dan Pupuk Organik Cair”. Jurnal Online Agroekoteknologi ISSN No. 2337-6597 2, no.1 (Desember, 2013), h: 26-35.
  9. Ndraha, Nodali. “Uji Komposisi Bahan Pembuat Briket Bioarang Tempurung Kelapa Dan Serbuk Kayu Terhadap Mutu Yang Dihasilkan” Skripsis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (2009).
  10. Sukardjo “Kimia Fisika” Jakarta, Rineka Cipta (2002).