PENGUJIAN KETAHANAN API PELAT LANTAI SANDWICH BETON – POLYSTYRENE – BETON

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Sumargo Sumargo

Abstract

Abstrak
Satu benda uji pelat lantai sandwich beton-polystyrene-beton dengan ukuran 3500 mm x 3600 mm dan tebal 170 mm diuji ketahanan terhadap api. Pelat beton yang dinamakan sebagai b-deck ini terdiri dari tiga lapis yaitu 30 mm pada bagian bawah terdiri dari beton semprot demikian juga dengan bagian atas tetapi dengan ketebalan 40 mm. Kedua lapisan beton ini mengapit polystyrene setebal 100 mm. Dalam arah melintang dari sisi panjang 3600 mm dipasang balok anak sebanyak 6 buah dan berjarak 600 mm satu dengan lainnya. Balok anak mempunyai tulangan tiga buah berdiameter 12 mm dengan masing-masing 2 tulangan di bawah dan satu di atas. Tulangan sengkang balok ini berdiameter 8 mm dengan jarak 150 mm dengan mutu BJ34. Balok anak mempunyai tinggi 120 mm yang tertanam dalam pelat dan tidak muncul di bawah permukaan pelat. Selimut beton di atas dan bawah polystyrene dipasang wiremesh berdiameter 3 mm dengan jarak 150 mm x 80 mm dimana jarak 80 mm dipasang dalam arah memanjang atau dalam arah 3600 mm sedangkan wiremesh melintang yang berjarak 150 mm berada dalam arah 3500 mm. Wiremesh mempunyai tegangan leleh minimum 550 MPa dan mutu beton minimum 22,5 MPa. Pelat ditempatkan pada tungku uji dengan simulasi beban tambahan berupa tumpukan karung pasir merata pada seluruh permukaan atas pelat sebesar 200 kg/m2. Pada bagian bawah yaitu sisi selimut beton 30 mm dipanaskan secara bertahap dari kondisi temperatur ambien hingga mencapai temperatur tungku rata-rata 1090oC. Tahapan pengujian ini mengikuti SNI 1741-2008 dimana pada menit ke 10 temperatur dinaikkan hingga 632oC, menit ke 70 mencapai 1006oC dan dihentikan pada menit ke 180 yaitu sebesar 1090oC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekakuan pelat berkurang sebesar 38% saat pembakaran berlangsung 30 menit atau mencapai 712oC dan menjadi 56% hingga terakhir pembakaran selama 180 menit. Berat sendiri pelat b-deck yang hanya 54% dari berat pelat konvensional dengan ketebalan yang sama berikut beban tambahan sebesar 200 kg/m2 memberikan defleksi maksimum sebesar 3,5 mm. Sedangkan defleksi maksimum pada akhir pembakaran adalah 60,84 mm. Hal ini menunjukkan bahwa api berpangaruh sangat signifikan pada pelat lantai ini. Hasil verifikasi dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dengan model elemen shell, dengan ukuran elemen 180 mm x 175 mm, 2 titik integrasi, dengan tiga lapis pelat sesuai dengan faktual, perletakan sendi menghasilkan lendutan maksimum sebesar 73,6161 mm, sedangkan untuk tumpuan jepit memberikan defleksi maksimum sebesar 0,08882 mm. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi peletakan sangat berpengaruh pada defleksi dan hal ini bisa mensimulasi kondisi pelat di lapangan yang mempunyai kekangan dari balok disekelilingnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pelat memenuhi persyaratan Tingkat Ketahanan Api (TKA) 180/180/160 sesuai dengan SNI 1741-2008 yaitu memenuhi stabilitas, integritas, dan insulasi.

Kata kunci: SNI 1741-2008, api, polystyrene, temperatur, pelat, b-deck

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Sumargo, S. (2014). PENGUJIAN KETAHANAN API PELAT LANTAI SANDWICH BETON – POLYSTYRENE – BETON. Jurnal Poli-Teknologi, 10(1). https://doi.org/10.32722/pt.v10i1.436