KEUNGGULAN ASBUTON PRACAMPURAN DAN ASPAL SHELL PADA CAMPURAN ASPAL BETON (AC-BC)

Authors

  • Sumiati Sumiati Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Sriwijaya, Jl.Srijaya Negara Bukit Besar Plg, 30139
  • Mahmuda Mahmuda Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Sriwijaya, Jl.Srijaya Negara Bukit Besar Plg, 30139
  • Puryanto Puryanto Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Sriwijaya, Jl.Srijaya Negara Bukit Besar Plg, 30139

DOI:

https://doi.org/10.32722/pt.v18i1.1289

Abstract

ABSTRACT


The current national asphalt needs for road infrastructure development reaches 1.6 million tons /year. Pertamina production can only meet about 30%, the rest of 70% imported from Singapore. Meanwhile, the raw material reserves in Buton Island, if extracted can supply the national road needs ± 360 years. In order to increase the utilization of domestic natural potential and wealth and reduce the import of oil asphalt The government requires national road projects to use asbuton pre-blended, but this is not maximally applied in the field. The reason is still more expensive pre-blended asbuton prices that have not been mass produced and the public is usually more confident with branded abroad. Whereas asbuton pre-blended has higher nitrogen compounds and lower paraffin compounds than oil asphalt, so it is possible that asbuton pre-blended has better adhesion. Based on the above problems, we will examine the effect of using asbuton pre-blended and asphalt oil of Pertamina (Ex Shell PEN 60/70) on concrete asphalt pavement layer (AC-BC) to Marshall characteristic value. Marshal tests were performed on 90 specimens using aggregates taken from three locations with different abrasion values. To obtain optimum bitumen content (KAO), binder used asbuton pre-blended and oil asphalt as comparison.The results showed that by using asbuton pre-blended to save the use of asphalt and the value of Marshall Characteristic fulfill the specification of pavement asphalt layer (Bina Marga revision 3, 2010) and Guidelines of Asphalt Mixture Technical Specification with Ministry of Public Works (2013).


Key words : Asbuton preblended, shell asphalt, Marshall characteristic


ABSTRAK


Kebutuhan aspal nasional saat ini untuk pembangunan infrastruktur jalan mencapai 1,6 juta ton/tahun. Produksi pertamina hanya dapat memenuhi sekitar 30%, sisanya sebanyak 70% diimpor dari Singapura. Sementara itu cadangan bahan baku di Pulau Buton, bila diesktraksi dapat menyuplai kebutuhan jalan nasional ± 360 tahun. Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan potensi dan kekayaan alam dalam negeri dan mengurangi impor aspal minyak Pemerintah mewajibkan proyek-proyek jalan nasional menggunakan asbuton pracampuran, namun hal ini tidak maksimal diterapkan di lapangan. Penyebabnya adalah masih lebih mahalnya harga asbuton pracampuran yang belum diproduksi secara massal dan masyarakat biasanya lebih percaya dengan branded luar negeri. Padahal asbuton pracampuran memiliki senyawa nitrogen yang lebih tinggi dan senyawa parafin yang lebih rendah dibandingkan aspal minyak, sehingga dimungkinkan asbuton pracampuran mempunyai daya rekat lebih baik. Berdasarkan permasalahan di atas maka akan diteliti pengaruh penggunaan asbuton pracampuran dan aspal minyak pertamina (Ex Shell PEN 60/70) pada lapis perkerasan aspal beton (AC-BC) terhadap nilai karakteristik Marshall. Pengujian Marshal dilakukan terhadap 90 benda uji dengan mengggunakan agregat yang diambil dari tiga lokasi dengan nilai abrasi yang berbeda. Untuk mendapatkan kadar aspal optimum (KAO), bahan pengikatyang digunakan asbuton pracampuran dan aspal minyak sebagai pembandingnya. Hasil penelitian didapatkan bahwa dengan menggunakan asbuton pracampuran dapat menghemat penggunaan aspal dan nilai karaktiristik Marshall memenuhi persyaratan Spesifikasi Lapis Perkerasan Aspal (Bina Marga revisi 3, 2010) dan Pedoman Spesifikasi Teknis Campuran Beraspal dengan Asbuton (Kementerian Pekerjaan Umum, 2013).


Kata kunci : Asbuton pracampuran, aspal shell, karakteristik Marshall

Downloads

Download data is not yet available.

References

Affandy F. 2012. The performance of bituminous mixes using Indonesia natural asphalt. 25th ARRB Conference Perth, Western Australia.

Andri danArief Setiawan. 2015. Pemanfaatan Kapur Tondo Sebagai Filler Pada Campuran Beton Lapis Aus. The 18 th, fstpt tnternational symposium, Unila, Bandar Lampung, August, 28.

Anwar Yamin, H. R., Willy Pravianto dan Hikma Dewita. 2014. Asbuton Pracampur Antara Harapan dan Kenyataan. Poli Rekayasa. Volume 10, Nomor 1, Oktober, hal 31-41.

Bina Marga. 2010. Perkerasan Aspal, Spesifikasi Umum Divisi VI Revisi 3. Jakarta.

Bayu Aditya Pratama dan Miftahul Fauziah. 2017. Perbandingan Kinerja Campuran HOT Rolled Asphalt (HRA) Dengan Bahan Ikat Aspal PEN 60/70 Dan Aspal Retona Blend 55 Dengan Variasi Durasi Rendaman Air Laut. Jurnal Teknisia, Volume XXII, No. 1, Mei, hal 324-333.

Eva Wahyu Indriyati. 2017. Kajian Perbandingan Penggunaan Aspal Modifikasi AsButon Dan Asphalt Rubber (AR) Untuk Infrastruktur Jalan. Jurnal teknik Sipil, Volume 14, No. 2, April, hal 94 -100.

Gumay, A. 2014. Analisa Perbandingan Penggunaan Aspal Retona dan Aspal Pertamina dalam Perkerasan AC-WC. Tapak, vol.3, No.2, hal 120-126.

Kementerian Pekerjaan Umum. 2013. Pedoman Spesifikasi Teknis Campuran Beraspal dengan Asbuton, Jakarta.

Muhammad Yacob dan Wesli. 2017. Pengaruh Kadar Filler Abu Batu Kapur Dan Abu Tempurung Kelapa Terhadap Karakteristik Marshall Pada Campuran Aspal Beton AC-BC. Teras Jurnal, Vol.7, No.1, Maret, hal 213-222.

Nyoman Suaryana, Neni Kusnianti. 2016. Karakteristik Campuran Hangat AsButon Dengan Bahan Tambah Berbasis Parafin. Jurnal Jalan-Jembatan, Volume 33, No. 2, Juli-Desember, hal 80-91.

PT. Nala Anggada Perkasa. 2014. Asphalt Concrete Industry Bitumen Proceesing & Trading Technical Assistance. [email protected]. 7 Nov.

Published

2019-02-05

How to Cite

Sumiati, S., Mahmuda, M., & Puryanto, P. (2019). KEUNGGULAN ASBUTON PRACAMPURAN DAN ASPAL SHELL PADA CAMPURAN ASPAL BETON (AC-BC). Jurnal Poli-Teknologi, 18(1). https://doi.org/10.32722/pt.v18i1.1289

Issue

Section

Articles