STUDI EKSPERIMEN PENGARUH PEMANFAATAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TEKAN DAN PERMEABILITAS BETON BERPORI (PERVIOUS CONCRETE)

Authors

  • Romario W. Pandei Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado, Jl. Raya Politeknik, Ds. Buha, Manado, 95252
  • Steve W. M. Supit Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado, Jl. Raya Politeknik, Ds. Buha, Manado, 95252
  • Jemmy Rangan Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado, Jl. Raya Politeknik, Ds. Buha, Manado, 95252
  • Arthur Karwur Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Manado, Jl. Raya Politeknik, Ds. Buha, Manado, 95252

DOI:

https://doi.org/10.32722/pt.v18i1.1288

Abstract

ABSTRACT


The application of pervious concrete has been increasing in the area of civil engineering to be one of the alternative solutions in reducing stormwater run-off and prevents flooding. This research aims to investigate the compressive strength and permeability of pervious cement concrete with various of cement:aggregate ratio = 1:2, 1:4 and 1:6, and at a water cement ratio of 0.3. The proportion that obtained highest compressive strength at 7 days was then selected to investigate the effect of superplasticizer addition in pervious concrete based on the results of compressive strength test at 7, 14 and 28 days, and void ratio test at 7 and 28 days. The infiltration rate test was also conducted according to ASTM C1701-standard to analyse the permeability level of pervious concrete with and without superplaticizer. The results show that the optimum compressive strength of pervious concrete at 7 days peaked at 5.67 MPa, reached by the mixtures with cement:aggregate ratio = 1:2. The addition of 0.5% superplasticizer by weight of cement in this mixture was found effective in improving the compressive strength of pervious concrete up to 8.51 MPa, 10.92 MPa and 13.47 MPa at 7, 14 and 28 days, respectively. It can be concluded that the use of superplasticizer has an effect in increasing the bonding between aggregate-paste and therefore, improves the compressive strength and balance the permeability properties of pervious cement concrete.


Key words : Pervious concrete, compressive strength, void ratio, permeability, superplasticizer


ABSTRAK


Aplikasi beton berpori semakin mendapat perhatian di bidang Teknik Sipil karena dapat dijadikan sebagai salah satu solusi untuk mengurangi limpasan air hujan dan mencegah banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengivestigasi karakteristik beton berpori berdasarkan pengujian kekuatan tekan dan permeabilitas beton dengan variasi campuran komposisi semen:agregat = 1:2. 1:4 dan 1:6 dan FAS = 0,3. Dari komposisi campuran yang menghasilkan kuat tekan tertinggi pada 7 hari, dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan bahan tambah superplasticizer untuk pengujian kuat tekan umur beton 7, 14, dan 28 hari serta pengujian porositas pada umur 7 dan 28 hari. Pengujian laju infiltrasi juga dilakukan berdasarkan standard ASTM C1701 untuk mengevaluasi tingkat permeabilitas beton berpori dengan dan tanpa menggunakan superplasticizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan optimum beton berpori pada umur 7 hari dihasilkan oleh campuran semen:agregat = 1:2 dengan nilai sebesar 5,67 MPa. Penambahan superplasticizer sebesar 0.5% dari berat semen pada komposisi campuran ini menghasilkan nilai kuat tekan beton berpori berturut-turut sebesar 8,51 MPa, 10,92 MPa dan dan 13,47 MPa pada umur beton 7, 14 dan 28 hari. Penggunaan superplasticizer pada komposisi yang tepat disimpulkan memiliki pengaruh dalam meningkatkan ikatan antara agregat dan pasta semen sehingga memperbaiki karakteristik kuat tekan beton berpori dan tingkat permeabilitasnya.


Kata kunci : Beton berpori, kuat tekan, porositas, permeabilitas, superplasticizer

Downloads

Download data is not yet available.

References

ACI Commitee 522R-10. 2010. Report on Pervious Concrete 522R-10. Farmington Hils: American Concrete Institude.

ASTM C 1701. 2009. Standard Test Method for Infiltration Rate of In Place Pervious Concrete. ASTM International.

Arnoldus, F. 2010. Studi Analisa Pengaruh Dimensi Agregat Terhadap Nilai Kuat Tekan dan Tingkat Porositas Air Untuk Beton Berpori dengan Bahan Tambah Fly Ash Pada Aplikasi Sidewalk. Skripsi S1 Jurusan Teknik Sipil. Jakarta: Univ. Bina Nusantara.

Darwis, Z, Baehaki, Suptiyadi, H. 2017. Beton Non-Pasir dengan Penggunaan Agregat Lokal dari Merak. Jurnal Fondasi Jurusan Teknik Sipil Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Volume 6 No.1.

Ginting, A. 2015. Kuat Tekan dan Porositas Beton Porous dengan Bahan Pengisi Styrofoam. Jurnal Teknik Sipil, Vol. 11, No. 2, Oktober 2015; 76-168.

Sari, P, E, D. 2013. Pengaruh Komposisi Beton Non Pasir dengan Substitusi Fly Ash dan Superplasticizer Terhadap Kuat Tekan, Modulus Elastisitas, dan daya Serap Air. Skripsi S1 Program Studi Teknik Sipil. Yogyakarta: Univ. Atma Jaya.

Siregar, P. 2014. Kajian Penambahan Metakaolin Terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Pada Beton Mutu Tinggi dengan Silica Fume, Superplasticizer dan Filler Pasir Kwarsa. Skripsi S1 Program Studi Teknik Sipil. Yogyakarta: Univ. Atma Jaya.

SNI-03-0691-1996 tentang Bata Beton (Paving Block).

Zulfikar, dan Karolina, R. 2010. Kajian Pendahuluan Beton Lolos Air (Porous Concrete) dengan Penambahan Masterroc HCA10. Jurnal Teknik Sipil USU, Departemen Teknik Sipil. Medan: Univ. Sumatera Utara.

Torres, A, Hu, J, dan Ramos, A. 2015. The Effect of The Cementitious Paste Thickness on The Performance of Pervious Concrete. Construction and Building Materials, Vol. 95. P.p. 850-859.

Published

2019-02-05

How to Cite

Pandei, R. W., Supit, S. W. M., Rangan, J., & Karwur, A. (2019). STUDI EKSPERIMEN PENGARUH PEMANFAATAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TEKAN DAN PERMEABILITAS BETON BERPORI (PERVIOUS CONCRETE). Jurnal Poli-Teknologi, 18(1). https://doi.org/10.32722/pt.v18i1.1288

Issue

Section

Articles