Modelling 3D dan Animating Karakter pada Game Edukasi "World War D" Berbasis Android

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Mifta Fadya
Irma Permata Sari

Abstract

Penyakit difteri merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini menyerang sistem pernapasan bagian atas dan umumnya pada anak usia 0 – 10 tahun. Penyakit menular ini sebenarnya mampu dicegah dengan imunisasi, namun penurunan angka kesadaran untuk melakukan imunisasi ini terjadi karena kurangnya pendidikan dan pemahaman akan hal tersebut. Serta rendahnya minat yang dimiliki oleh anak-anak untuk melakukan imunisasi. Saat ini game merupakan sarana yang tepat untuk dijadikan sebagai media alternatif pembelajaran serta pengenalan suatu hal kepada anak. Karena selain menghibur, anak-anak mendapatkan edukasi yang terkandung di dalam game tersebut. Game yang dibuat berjudul “World War D” ini merupakan game 2.5D memiliki genre edukasi advanture. Pada pembuatan game ini menggunakan teknik pemodelan primitive modeling serta menggunakan fitur mirror modifier, subvision surface, dan lain-lain. Dalam pembuatan animasi karakter menggunakan 7 dari 12 prinsip dasar animasi. Pembuatan model karakter 3D dan animasi karakter dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Blender. Hasil pengujian alfa dari pembuatan model karakter 3D dan animasi karakter 3D ini sudah cocok dengan game secara keseluruhan. Dan hasil pada pengujian beta memperoleh 29,93% pada jawaban “sangat setuju” dan 56,01% untuk jawaban “setuju” pada setiap poin pertanyaan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Fadya, M., & Sari, I. P. (2018). Modelling 3D dan Animating Karakter pada Game Edukasi "World War D" Berbasis Android. MULTINETICS, 4(2), 43–48. https://doi.org/10.32722/multinetics.v4i2.1243

References

  1. Adeyanju. (2015). 3D-Computer Animation For A Yoruba NAtive Folktale. Inernational Journal of Computer Graphics & Animation, 20-27.
  2. Anggraini, A. F., Erviana, N., Anggraini, S., & Prasetya, D. D. (2016). Aplikasi Game Edukasi Petualangan Nusantara. Prosiding SENTIA, VIII, A168-A172.
  3. Anonim. (2016). Marketing Campaign. Diambil kembali dari investopedia.com: https://www.investopedia.com/terms/m/marketing-campaign.asp
  4. APJII. (2016, November). Diambil kembali dari www.apjii.or.id: https://www.apjii.or.id/survei2017
  5. Baron, S. (1996). Medical Microbiology, 4th Edition. Texas: University of Texas Medical Branch.
  6. Bayu, I. M. (2012). E-book Adobe Illustrator Chapter 1. Jakarta.
  7. Bhatti, Z. (2017). Be-Educated: Multimedia Learning Through 3D Animation. International Journal of Computer Science and Emerging Technologies, 13-22.
  8. Clemenson, G. D., & Stark, C. E. (2015). Virtual Environmental Enrichment through Video Games Improves Hippocampal-Associated Memory. The Journal of Neuroscience.
  9. Dafi Deff Motion Graphic. (2017, maret 20). Diambil kembali dari http://www.dafideff.com: http://www.dafideff.com/2017/03/apa-itu-after-effects-dan-panduan-after-effects-untuk-pemula.html
  10. Ekawati, P. L. (2015, Februari). Pemanfaatan Teknologi Game Untuk Pemebelajaran Mengenal Ragam Budaya Indonesia Berbasis Android. Jurnal Link, 22.
  11. Fauzi, M., Cahyana, R., & Tresnawati, D. (2013). Pembuatan Game Edukasi Pengenalan Karies Untuk Anak Usia 6-8 Tahun. Jurnal Algoritma.
  12. Hoeven, J. V. (2016, Juni 29). Adobe. Diambil kembali dari adobe.com: https://helpx.adobe.com/media-encoder/how-to/adobe-media-encoder.html
  13. International Design School. (2014, Juni 13). Apa Itu Animasi? Diambil kembali dari International Design School: https://idseducation.com/articles/apa-itu-animasi/
  14. International Design School. (2016, November 25). Memahami Lebih Dalam Pengertian Animasi 3D. Diambil kembali dari International Design School: https://idseducation.com/articles/memahami-lebih-dalam-pengertian-animasi-3d/
  15. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2017). Diambil kembali dari kbbi.web.id: https://kbbi.web.id/media
  16. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017, Juli). Profil Kesehatan Indonesia. Diambil kembali dari Profil Kesehatan Indonesia 2016: http://www.kemkes.go.id
  17. Marianti, d. (2017). Penyakit Difteri. Diambil kembali dari Alodokter - Informasi Kesehatan Terlengkap dan Terpercaya: http://www.alodokter.com/difteri
  18. Muanas, A. (2014). Pengaruh Produk, Harga dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Buana Indomobil Trada. Jurnal Ilmu & Riset Manajemen.
  19. Oka, G. P. (2007). Multimedia Pembelajaran: Teknik Produksi dan Pengembangan.
  20. Pracoyo, N. E. (2013). Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Pengelola Vaksin dengan Skor Pengelolaan Vaksin di Daerah Kasus Difteri di Jawa Timur. Media Litbangkes, 102-109.
  21. Putra, A. R. (2017, Desember). Mempercantik Tampilan Game 2D Menjadi 3D De Kronik Van Diponegoro Menggunakan Teknik Mode 7. Jurnal Teknik Elektro.
  22. Rizky, M. (2017, Desember 12). Soal Wabah Difteri, DPR: Imunisasi Dasar Lengkap Tak Pernah sampai 100%. Dipetik April 2, 2018, dari Okezone News: https://news.okezone.com/read/2017/12/12/337/1829362/soal-wabah-difteri-dpr-imunisasi-dasar-lengkap-tak-pernah-sampai-100
  23. Setiawati, I. (2014). Peran Media Sosial sebagai Upaya Pemasaran Bisnis Online.
  24. Slick, J. (2018, Maret 25). What Is 3D Modeling? Diambil kembali dari Lifewire: https://www.lifewire.com/what-is-3d-modeling-2164
  25. Sukarno, I. S. (2014). Perancangan Motion Graphic Ilustratif Mengenai Majapahit Untuk Pemuda Pemudi. Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain.
  26. TalkDGTL. (2017). Diambil kembali dari http://talkdgtl.com/: http://talkdgtl.com/wp-content/uploads/2017/10/survey-konten-facebook.pdf
  27. Technopedia. (2017). Mobile Games. Diambil kembali dari Technopedia: https://www.techopedia.com/definition/24261/mobile-games
  28. Wardhani, R. K. (2014). Perancangan Video Dokumenter Autisme. Jurnal Tingkat Sarjana bidang Senirupa dan Desain.
  29. World Health Organization. (2015). Diphtheria - The Disease. Diambil kembali dari World Health Organization: http://www.who.int/immunization/topics/diphtheria/en/index1.html