Vol. 4 No. 1 (2021): Mitra Akademia

					View Vol. 4 No. 1 (2021): Mitra Akademia

Pengantar Redaksi Mitra Akademia

Vol 4 No 1 2021

Di tengah upaya pemerintah bersama masyarakat untuk menanggulangi penyakit menular dan menjadi pandemic, covid-19, ternyata peran insan akademik yang bekerja di ranah pendidikan tinggi tidak dapat dianggap sepi. Upaya insan akademik dalam mengatasi pandemic covid-19 sangat terlihat pada tataran pencegahan misalnya penyediaan alat test bagi individu maupun sampai pada seruan para epidemiolog yang bahkan sempat viral di berbagai platform media sosial. Tercatat pula beberapa akademisi menawarkan formula vaksin untuk menangkal virus ini menjangkiti individu.

Yuval Noah Harari, seorang penulis yang menulis paper terkenal, The World after Coronavirus dalam wawancaranya dengan Deutsche Welle (DW) mengulas pasca pandemic ini setidaknya perkembangannya bisa kedua arah: otomatisasi dan de-globalisasi. Akibatnya, negara-negara berkembang yang mengandalkan tenaga kerja kasar yang murah, tiba-tiba akan menghadapi masalah besar, karena banyak pekerjaan sederhana mengalami otomatisasi. Dampaknya, ancaman pengurangan pegawai di depan mata. Bukan hanya di negara-negara berkemang, hal ini juga berpotensi besar terjadi di negara-negara kaya. Krisis ini dapat menyebabkan perubahan luar biasa di pasar kerja. Para pekerja alias buruh bekerja dari rumah secara online. Jika tidak hati-hati, hal demikian ini dapat mengakibatkan runtuhnya organisasi-organisasi tenaga kerja, setidaknya di beberapa sektor industri. Bukan mustahil, kegoncangan sosial akan muncul sebagai akibat dari otomatisasi dan de-globalisasi ini.

Di bidang pendidikan sekurang-kurangnya telah menajam pada satu titik pemikiran, yaitu dimanfaatkannya hybrid learning yang dirasakan sebagai alternatif menuju era pasca pandemic. Beberapa waktu lalu, orang ramai membunyikan istilah New Normal yang sekarang hampir jarang terdengar lagi karena pandemic ternyata belum benar-benar dapat ditundukkan. Munculnya Varian Delta sungguh membuat dunia semakin pontang-panting karena tingkat penularannya semakin mudah dibanding varian-varian Covid-19 sebelumnya. Di bidang pendidikan, pertemuan fisik secara total bukan lagi sebuah pilihan mutlak. Pembelajaran dapat dilangsungkan juga dengan diselingi prosesnya secara daring. Sebagian besar masyarakat telah bersiap dengan rencana ini, walaupun sebagain kecil masih terkendala, terutama karena akses terhadap jaringan internet serta peralatan yang belum tersedia. Masyarakat di kawasan pedalaman dan terpencil paling rentan mengalami kendala jika diberlakukan pembelajaran secara online.

Menghadapi situasi seperti ini, masyarakat dituntut untuk mampu beradaptasi. Mau tidak mau, suka tidak suka, perubahan sosial sangat mungkin terjadi. Jika sebelum pandemic orang berkerumun dapat mudah dijumpai, maka pada era pandemic dan mungkin pasca pandemic ini, kerumunan bukan lagi sebuah keasyikan. Kerumunan bahkan akan bisa menjadi sarana dan pemicu penularan virus. Perjumpaan secara fisik akan menjadi barang yang sebenarnya murah, menjadi sangat mahal. Orang dapat saling curiga satu sama lain karena penularan sangat dimungkinkan terjadi. Berikutnya juga sarana untuk melindungi diri yang disarankan menurut protocol kesehatan akan menjadi pemandangan yang lumrah. Di mana-mana orang akan memakai masker dan bilamana tidak memakai masker, akan dianggap abai terhadap potensi penularan virus.

Mitra Akademia, Jurnal Pengabdian Masyarakat edisi kali ini masih terkait dengan upaya para akademisi untuk berkontribusi berdasarkan keilmuannya dalam rangka membantu masyarakat agar kembali bergeliat setelah serangan covid-19. Beberapa artikel itu antara lain, “Peningkatan Keterampilan Usaha dan Pembukuan Untuk Usaha Mikro Jamu Tradisional di Wilayah Bogor” yang ditulis oleh Titi Suhartati dkk. Artikel ini menggambarkan upaya tim penulis untuk memotret geliat pengusaha UMKM dalam berbisnis jamu tradisional di era pandemic. Berikutnya artikel berjudul, “Pemberdayaan Desa Wisata Berbasis Sumber Daya Alam di Desa Karang Sidemen Lombok Tengah”, yang ditulis Sujita dkk yang mengulas tentang daya tahan sebuah desa wisata. Artikel lainnya berjudul, “Penanganan Pasca Wabah Covid-19 Melalui Peningkatan Sarana Kebersihan” yang disusun oleh Isdawimah dkk, dan artikel berjudul, “Keran Otomatis Sebagai Solusi Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 1 Beji Timur Depok” yang ditulis oleh Toto Supriyanto dkk, kedua artikel terakhir ini menyoroti soal alternatif pihak sekolah yang menjadi mitra pengabdian masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah. Selain itu, masih tersedia beberapa artikel lain yang tidak kalah menarik.

Terima kasih dan selamat membaca!

 

 

Published: 2021-08-14