PENGENALAN HIDROPONIK DAN PUPUK ORGANIK CAIR DI KALANGAN PEREMPUAN PEKERJA KEBERSIHAN POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Authors

  • Mardhiyah Nadir Politeknik Negeri Samarinda
  • Marinda Rahim Politeknik Negeri Samarinda
  • Fitri yana Politeknik Negeri Samarinda
  • Galih Pangestu Politeknik Negeri Samarinda
  • Amjat Fadilan Politeknik Negeri Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.32722/mapnj.v5i1.4509

Abstract

Female cleaning service employees at Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) are mostly housewives with low-grade education and working to help their husbands to increase their income. Their income will be increased as long as they have the knowledge and skill to produce other businesses such as organic nutrients and hydroponic organic vegetable plants from garbage or waste. This community service activity was held at the Politeknik Negeri Samarinda campus’ nearby area with training and practice methods. 15 female cleaning service workers on this campus., The first session was subject to making liquid organic fertilizer using waste materials from Terminalia catappa L. leaves and banana peels which are fermented using EM-4 bacteria and brown sugar nutrients which are used as organic nutrients for hydroponic plant. Meanwhile, the second session was subject to making hydroponic
media from waste materials such as mineral water glass packaging, mineral water bottles, used Styrofoam from fruit or rice packaging, and wasted flannel. At the end of the community service activity, the participants had a well understanding of making liquid organic fertilizer and hydroponic media.
Keywords: garbage, hydroponic, liquid organic fertilizer

Abstrak
Pekerja perempuan yang menjadi pegawai cleaning service di Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) mayoritas merupakan pekerja perempuan rumah tangga berpendidikan rendah, yang bekerja untuk membantu suami guna menambah penghasilan keluarga. Penghasilan pekerja perempuan petugas cleaning service ini dapat ditingkatkan jika mereka memiliki pengetahuan untuk membuat nutrisi organik serta tanaman sayur organik hidroponik yang dapat dijual dengan memanfaatkan bahan utama yang sudah menjadi sampah atau limbah yang dengan mudah dapat diperoleh oleh pekerja perempuan tersebut. Peserta terdiri dari 15 orang pekerja perempuan cleaning service di Polnes. Sesi pertama merupakan materi untuk membuat pupuk organik cair dengan menggunakan bahan sampah daun ketapang dan kulit pisang yang difermentasi menggunakan bakteri EM-4 dan nutrisi gula merah
yang digunakan sebagai nutrisi organik untuk tanaman hidroponik. Sedangkan sesi kedua merupakan materi pembuatan media hidroponik dari bahan-bahan limbah seperti kemasan gelas air mineral, botol air mineral, styrofoam bekas kemasan buah atau nasi, dan kain perca bekas. peserta pelatihan telah sangat memahami cara membuat pupuk organik cair dan media hidroponik.
Kata kunci: hidroponik, pupuk organik cair, sampah organik

 

References

I. S. Roidah, “Pemanfaatan Lahan Dengan Menggunakan Sistem Hidroponik,” J. Univ. Tulungagung BONOROWO, vol. 1, no. 2, pp. 43–50, 2014.

I. Puspasari, Y. Triwidyastuti, and H. Harianto, “Otomasi Sistem Hidroponik Wick Terintegrasi pada Pembibitan Tomat Ceri,” J. Nas. Tek. Elektro dan Teknol. Inf., vol. 7, no. 1, 2018.

S. Hadisuwito, Membuat Pupuk Organik Cair. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka, 2012.

I. R. Pradipta, I. W. Wardhana, and Purwono, “Pemanfaatan Daun Ketapang Sebagai Mikroorganisme Lokal (MOL) Dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Sampah Daun Kering TPST UNDIP Dengan Variasi Pengadukan,” Universitas Diponegoro, 2018.

D. Matondang, Z. Lubis, and M. Nurminah, “Study Pembuatan Selai Cokelat Kulit Pisang Barangan,” vol. 2, no. 2, pp. 111–116, 2014.

R. Parlyna and M. Munawaroh, “Konsumsi Pangan Organik: Meningkatkan Kesehatan Konsumen ?,” Econosains J. Online Ekon. dan Pendidik., vol. 9, no. 2, pp. 157–165, 2011.

V. H. Pranatawijaya, W. Widiatry, R. Priskila, and P. B. A. A. Putra, “Penerapan Skala Likert dan Skala Dikotomi Pada Kuesioner Online,” J. Sains dan Inform., vol. 5, no. 2, p. 128, 2019.

Ekaria, Sutawi, and I. Baroh, “Analisis Keuntungan dan Risiko Usaha Tani Sayuran Hidroponik,” in Seminar Nasional Pertanian Peternakan Terpadu, 2016.

Setiyono, “Permintaan Sayur Hidroponik di Kaltim Meningkat Saat PSBB,” Nomor Satu Kaltim, 2020. [Online]. Available: https://nomorsatukaltim.com/2020/07/10/permintaan-sayur-hidroponik-di-kaltim-meningkat-saat-psbb/. [Accessed: 10-Nov-2020].

E. Sriningsih, “Pemanfaatan Kulit Buah Pisang (Musa paradisiaca L.) Dengan Penambahan Daun Bambu (EMB) Dan EM-4 Sebagai Pupuk Caire,” Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014.

V. Packirisamy and V. Krishnamorthi, “Evaluation of Proximate Composition and Phytochemical analysis of Terminalia catappa L. from Nagapattinam Region,” Int. J. Sci. Res. ISSN (Online Impact Factor, vol. 3, no. 12, pp. 877–879, 2012.

R. N. Sesanti and Sismanto, “Pertumbuhan dan Hasil Pakchoi (Brasicca rapa L.) Pada Dua Sistem Hidroponik dan Empat Jenis Nutrisi,” Inov. dan Pembangunan-Jurnal Kelitbangan, vol. 04, no. 01, pp. 1–9, 2016.

D. S. Putri, “Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Jenis Tanaman Sayuran Dengan Penambahan PupukK Organik Cair Pada Sistem Hidroponik,” Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2020.

A. S. Pranata, Pupuk Organik Cair Aplikasi & Manfaatnya. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka, 2004.

Downloads

Published

2022-06-30