KONTRIBUSI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA DI DEPOK

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Sudarno Sudarno

Abstract

This study tried to find out to what extent the Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Depok could absorb labor and what policies can be taken in order to empower SMEs to be able to absorb more labor. Depok population in 2011 reached 1,756,565, consisting of 879,325 men and 857,240 women. Of the above amount entering the labor force reached 730,924 people or only 41%, that means about 59 percent consists of children, teenagers and the elderly. Of the total workforce reached 730,924 people, which can be absorbed by the labor market of only 657,050, it means there is unemployment of 73,874 people or 10%. The ability of MSMEs in Depok Absorb the total workforce of 534,500 people or about 73%. The problems most commonly faced by SMEs is the lack of capital, ie by 45%, followed by the problem of lack skilled human resources, the problem of raw materials also include a serious problem, it occupies the third rank problems, which amounted to 4%. Other problems such as competition, location, licensing, marketing, etc. is
the next problem often faced by SMEs.

Key words: contribution, small and middle scale industry, labour absorbtion.

__________________________________________________________________________

Abstrak

Penelitian ini mencoba mengetahui sampai seberapa besar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Depok dapat menyerap tenaga kerja dan Kebijakan-kebijakan apa yang dapat diambil dalam rangka pemberdayaan UMKM agar dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak. Penduduk depok pada tahun 2011 mencapai 1.756.565 orang, terdiri dari 879.325 orang laki-laki dan 857.240 orang perempuan. Dari jumlah tersebut di atas yang masuk angkatan kerja mencapai 730.924 orang atau hanya 41%, itu berarti sekitar 59 persen terdiri anak-anak, remaja dan orang lanjut usia. Dari jumlah angkatan kerja yang mencapai 730.924 orang, yang dapat diserap oleh pasar tenaga kerja hanya sebesar 657.050, itu berarti terdapat pengangguran sebesar 73.874 orang atau mencapai 10%. Kemampuan UMKM di Depok Menyerap keseluruhan angkatan kerja sebesar 534.500 orang atau sekitar 73 %. Permasalahan yang paling banyak dihadapi oleh pengusaha UKM adalah masalah kurangnya modal, yakni sebesar 45%, disusul kemudian masalah kurang terampilnya sumber daya manusia, masalah bahan baku juga termasuk permasalahan serius, ini menempati tingkat permasalahan rangking tiga, yakni sebesar 4%. Masalah lainya seperti persaingan, lokasi, perijinan, pemasaran dan lain-lain merupakan permasalahan berikutnya yang sering dihadapi oleh pengusaha UKM.

Kata kunci: kontribusi, industri skala kecil dan menengah, tenaga kerja, daya serap, kemampuan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Author Biography

Sudarno Sudarno, Politeknik Negeri Jakarta

Jurusan Administrasi Niaga
How to Cite
Sudarno, S. (2013). KONTRIBUSI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA DI DEPOK. Epigram, 9(1). https://doi.org/10.32722/epi.v9i1.49