KESADARAN DIRI ANAK YANG TELAH KELUAR DARI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) DALAM MENGIKUTI PROSES KONSELING DARING

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Khonsa Mardliyyah
Ajeng Nova Dumpratiwi

Abstract

Kesadaran diri anak dalam mengikuti proses konseling tergolong rendah karena saat mengikuti proses konseling anak tidak mampu menyelesaikan prosesnya hingga akhir karena saat proses konseling anak slowrespon ataupun tidak manjawab pesan dari konselor sehingga konselor tidak dapat melanjutkan proses konseling tersebut. Konselor juga terkadang mengamati bahwa anak tersebut tidak berkeinginan melanjutkan proses konseling. Instansi juga perlu melakukan peningkatan kesadaran diri anak dalam mengikuti proses konseling. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat kesadaran diri anak dalam mengikuti proses konseling di Yayasan Sahabat Kapas serta pemberian edukasi dalam meningkatkan kesadaran diri dalam mengikuti proses konseling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dokumen dan kuesioner pretest postest. Subjek dalam penelitian ini yaitu 12 anak berjenis kelamin laki – laki yang telah keluar dari LPKA dan pernah mengikuti proses konseling di Yayasan Sahabat Kapas. Hasil dari penelitian ini adalah masih kurangnya pemenuhan kesadaran diri anak dalam mengikuti proses konseling.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Mardliyyah, K., & Dumpratiwi, A. N. . (2022). KESADARAN DIRI ANAK YANG TELAH KELUAR DARI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) DALAM MENGIKUTI PROSES KONSELING DARING. EPIGRAM (e-Journal), 19(1), 42–55. https://doi.org/10.32722/epi.v19i1.4524