Rancang Bangun Dan Pengujian Battery Pack Lithium Ion

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Achmad Rais Wiguna
Tohazen toha
Nuha Nadhiroh
Sri Lestari Kusumastuti
Murie Dwiyaniti

Abstract

Beberapa daerah pedesaan di Indonesia masih memiliki rasio elektrifikasi yang rendah karena letak geografis yang menyulitkan dalam membangun jaringan listrik. Alternatif solusi agar mendapatkan energi listrik adalah menggunakan panel surya. Namun, keluaran dari panel surya bersifat intermitten, sehingga memerlukan tempat penyimpanan energi listrik atau baterai. Teknologi baterai terkini adalah baterai lithium ion yang diklaim memiliki lifetime yang lama dan mudah dalam perawatan. Namun saat ini, tegangan yang dihasilkan oleh baterai lithium ion hanya 3,7V sedangkan jika ingin dimanfaatkan sebagai sumber listrik rumah tangga diperlukan tegangan minimal 12 Volt. Sehingga peneliti mendesain baterai lithium ion yang menghasilkan tegangan 12 V dengan cara merangkai baterai secara seri dan parallel, serta disusun dalam panel yang compact dan dilengkapi dengan baterai managemen system (BMS). Kinerja dari baterai ini diuji mulai persatuan baterai hingga terwujudnya baterai pack. Hasil pengujian, baterai pack menghasilkan tegangan 12 V, 60 Ah, dan dapat digunakan selama 8 jam untuk beban 57 W. Waktu yang dibutuhkan untuk pengisian baterai yaitu 24 jam dengan pengisi daya 2 A.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

  1. A. Dwi Riana et al., “Implementation of talis and dc house system for rural areas in Indonesia,” MATEC Web Conf., vol. 218, pp. 1–7, 2018, doi: 10.1051/matecconf/201821801006.
  2. A. Pangkung, “Analisis Penggunaan Baterai Lithium Sebagai Pengganti Aki ( Accu ) Pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya,” vol. 2017, pp. 116–121, 2017.
  3. M. Thowil Afif and I. Ayu Putri Pratiwi, “Analisis Perbandingan Baterai Lithium-Ion, Lithium-Polymer, Lead Acid dan Nickel-Metal Hydride pada Penggunaan Mobil Listrik - Review,” J. Rekayasa Mesin, vol. 6, no. 2, pp. 95–99, 2015, doi: 10.21776/ub.jrm.2015.006.02.1.
  4. M. Otong, “Perancangan Modular Baterai Lithium Ion (Li-Ion) untuk Beban Lampu LED,” Setrum Sist. Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer, vol. 8, no. 2, p. 260, 2019, doi: 10.36055/setrum.v8i2.6808.
  5. T. P. Cahyono, T. Hardianto, and B. S. Kaloko, “Pengujian Karakteristik Baterai Lithium-Ion Dengan Metode Fuzzy dengan Beban Bervariasi,” J. Arus Elektro …, 2020, [Online]. Available: https://jurnal.unej.ac.id/index.php/E-JAEI/article/view/19708.
  6. I. Susanti, R. Rumiasih, C. RS, and A. Firmansyah, “Pengisiannya Pada Mobil Listrik,” Elektra, vol. 4, no. 2, pp. 29–37, 2019.
  7. M. Oswal, J. Paul, and R. Zhao, “A Comparative Study of Lithium-Ion Batteries.,” Univ. South. Calif., p. 31, 2010, [Online]. Available: http://www-scf.usc.edu/~rzhao/LFP_study.pdf.
  8. X. Zeng et al., “Commercialization of Lithium Battery Technologies for Electric Vehicles,” Adv. Energy Mater., vol. 9, no. 27, 2019, doi: 10.1002/aenm.201900161.