PERLINDUNGAN KONSUMEN MELALUI KONTROL SOSIAL FORMAL DAN INFORMAL

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Ida Nurhayati
Elisabeth Yance M.

Abstract

Abstrak
Upaya pemberdayaan konsumen adalah sangat penting, karena tidak mudah mengharapkan
kesadaran pelaku usaha yang pada dasarnya prinsip ekonomi pelaku usaha adalah mendapat
keuntungan yang semaksimal mungkin dengan modal seminimal mungkin. Di sisi lain, kondisi dan
fenomena tersebut dapat mengakibatkan kedudukan pelaku uasaha dan konsumen menjadi tidak
seimbang dan konsumen berada pada posisi yang lemah. Untuk meningkatkan harkat dan
martabat konsumen perlu peningkatan kesadaran, pengetahuan, kepedulian, kemampuan, dan
kemandirian konsumen untuk melindungi dirinya serta menumbuh kembangkan sikap pelaku usaha
yang bertanggungjawab. Di Indonesia, dengan berlakunya Undang-Undang Perlindungan
Konsumen (UUPK) No 8 Tahun 1999, maka sejak 20 April 2000, baik melalui negosiasi ataupun
melalui LPSK persoalan pelanggaran konsumen dapat diselesiakan. Oleh karena itu atas dasar
kondisi tersebut, maka perlu upaya pemberdayaan konsumen melalui undang-undang yang dapat
melindungi kepentingan konsumen secara integratif dan komprehensif serta dapat diterapkan
secara efektif di masyarakat sehingga perlindungan terhadap konsumen yaitu masyarakat
Indonesia dapat terwujud.
Key words: perlindungan, konsumen,kontrol sosial

##plugins.themes.academic_pro.article.details##