STUDI USIA PEKERJA DAN KEPEDULIAN TERHADAP BAHAYA DI LINGKUNGAN PROYEK KONSTRUKSI

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Jonathan Saputra
Suripto #
Farah Zul Faykal

Abstract

The development of the construction industry shows increasingly stringent and complex challenges. The high number of work accidents in Indonesia is caused by several reasons, one of which is the lack of workers' awareness of the dangers contained in project work. This gives a signal that young people have the potential to lack awareness of safe behavior. This study aims to determine whether young workers are one of the causes of work accidents in the construction environment, the level of workers' awareness of hazards, and the dominant factors that affect the level of workers' awareness of hazards in the construction environment. Factors that affect the level of worker concern about hazards in the construction environment include the availability of complete PPE, strict sanctions against workers who violate SHE regulations, and the availability of a special unit that manages SHE. The method to analyze the data was one-sample t-test. From the research result, young workers still become one of the factors of work accidents, and the level of awareness of young workers towards hazards in the construction environment is still minimal or low. The dominant factor that affects the level of concern for workers to hazards in the construction environment is the availability of a special unit that manages SHE.


Keywords: Work accident, Young worker, Level of awareness of worker.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

  1. F. Yuliansyah and D. Arneta, “Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Proyek Konstruksi (Studi Kasus Proyek Revitalisasi Dan Perluasan Depo Kontainer Di PT. Bhanda Ghara Reksa Drive IV Palembang),” Tek. J. Tek., vol. 7, no. 2, p. 205, 2020, doi: 10.35449/teknika.v7i2.144.
  2. A. Rahman, “Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA),” 2018.
  3. L. Badraningsih and E. Z. Khayati, “Kecelakaan dan penyakit akibat kerja,” Environ. Pollut., vol. 12, 2017.
  4. M. N. Sahid and A. D. Eliska, “Manajemen Bahaya dan Risiko pada Pekerja Gondola Proyek Apartemen Menara One,” J. Neo Tek., vol. 5, no. 1, pp. 31–19, 2019.
  5. H. Astinigsih, B. Kurniawan, and Suroto, “Hubungan Penerapan Program K3 Terhadap Kepatuhan Penggunaan Apd Pada Pekerja Konstruksi Di Pembangunan Gedung Parkir Bandara Ahmad Yani Semarang,” J. Kesehat. Masy., vol. 6, no. 4, pp. 300–308, 2018.
  6. N. Huda, A. M. Fitri, A. Buntara, and D. Utari, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Proyek Pembangunan Gedung Di PT. X Tahun 2020,” J. Kesehat. Masy., vol. 9, no. 5, pp. 652–659, 2021, doi: 10.14710/jkm.v9i5.30588.
  7. C. D. Sucipto, Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Yogyakarta: Gosyen Publishing, 2014.
  8. R. R. Akmalia and E. D. Nawawinetu, “Hubungan Karakteristik Pekerja dan Lingkungan Kerja dengan Kejadian Kecelakaan Kerja di PT Waskita Karya (PERSERO),” J. Ind. Hyg. Occup. Heal., vol. 3, no. 1, p. 83, 2018, doi: 10.21111/jihoh.v3i1.2488.
  9. O. Dasril, A. N. Sary, and D. Putra, “Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Bahan Baku PT. P&P Lembah Karet,” 2021.
  10. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, “Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Kontruksi,” 2021.
  11. J. O. Simanjuntak, P. Lumbangaol, S. Simanjuntak, H. Pasaribu, and O. Simanungkalit, “Tingkat Penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) pada Proyek Konstruksi,” J. Visi Eksakta, vol. 3, no. 1, pp. 35–50, 2022.
  12. Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian.pdf. Bandung: Alfabeta, 2014.
  13. I. Mubasyir, W. Susilowati, and J. Saputra, “Analisis Penerapan Klausul-Klausul Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 pada Pekerjaan Konstruksi di Proyek X,” J. Ilm. Rekayasa Sipil, vol. 18, no. 2, pp. 186–196, 2021, doi: 10.30630/jirs.v18i2.658.
  14. A. Darmawan, S. Wacono, and J. Saputra, “Penerapan Sistem Manajemen Mutu Iso 9001 pada Kontraktor Pt. X,” Constr. Mater. J., vol. 2, no. 3, pp. 201–211, 2020, doi: 10.32722/cmj.v2i3.3541.
  15. J. Saputra, Pengantar Statistika untuk Penelitian Teknik Sipil, no. July. Halaman Moeka Publishing, 2021.
  16. I. A. D. Saputri and I. Paskarini, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penggunaan APD pada Pekerja Kerangka Bangunan,” Indones. J. Occup. Safety, Heal. Environ., vol. 1, no. 1, pp. 120–131, 2014.
  17. M. Ardan, “Analisa Kecelakaan Kerja Proyek Konstruksi Di Kota Medan,” pp. 1–10, 2015.
  18. R. Saraswati, F. Harianto, and D. Listyaningsih, “Analisis Perbedaan Perilaku Keselamatan Kerja Berdasarkan Usia Pada Proyek Konstruksi,” pp. 161–168, 2021.