Kondisi Standar Venue MICE Kota Depok berdasarkan pendekatan Gap Analysis terhadap Standar Venue MICE Indonesia

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Fauzi Mubarak

Abstract

Negara-Negara di ASEAN telah menyetujui untuk menggunakan Thailand MICE Venue Standard (TMVS), sebagai model peningkatkan standar venue MICE di ASEAN. Pemberlakuan standar ini tentunya akan meningkatkan persaingan venue, bukan hanya antar kawasan administratif kota di Indonesia tetapi sampai mencapuk skala regional ASEAN. Melalui sebuah standar tentunya kapabilitas sebuah venue akan terlihat. Sampai saat ini, kementrian pariwisata melihat destinasi yang memiliki venue berstandar International baru terdapat di Jakarta dan Bali. Standar venue yang akan berlaku nantinya, tentunya tidak hanya menjadi tantang bagi venue-venue dari 10 Destinasi MICE unggulan, tetapi juga bagi seluruh venue di Indonesia. Kota Depok sebagai salah satu penyangga dari Kota Jakarta, telah menjadi salah satu kota dengan kegiatan event yang tinggi tiap tahunnya. Terkait akan diberlakukannya standar venue kawasan ASEAN, maka kondisi standar venue di kota-kota satelit/sub-urban seperti Kota Depok tentunya menjadi penting untuk dilihat apakah venuevenue di kota ini telah memenuhi standar yang akan ditetapkan. Belum adanya data penilaian ataupun evaluasi terhadap kondisi standar venue yang sudah terbangun (eksis), menyebabkan tidak adanya peta venue dari sebuah Kota/Destinasi mampu menunjukkan venue mana saja yang telah memenuhi kriteria standar ASEAN. Penelitian Analisis Kondisi Standar Venue MICE di Kota Depok ditujukan untuk mengukur dan melihat kemampuan terhadap pemenuhan standar venue ASEAN, dari sebuah venue. Hasil nantinya secara tidak langsung akan memperlihatkan kekuatan dari sebuah destinasi dalam memenuhi kriteria sebagai sebuah destinasi yang kompetitif.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Author Biography

Fauzi Mubarak, Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta