PERBANDINGAN NILAI KETIDAKPASTIAN BENTANGAN PENGUJIAN DIAMETER PELAT ORIFICE ANTARA COORDINATE MEASURING MACHINE OPTIK DAN ANALISIS CITRA OPENCV


Amalia Rakhmawati

Abstract


Meter gas orifice merupakan salah satu alat ukur yang digunakan dalam transaksi perdagangan dan diatur oleh pemerintah sebagai alat ukur yang wajib di tera/tera ulang. Pelat orifice adalah elemen primer dari meter gas orifice yang berhubungan langsung dengan aliran fluida. Pengujian pelat orifice meliputi pengukuran diameter luar pelat orifice (D) dan diameter dalam pelat orifice (d). Pengujian nilai D dan d saat ini dengan teknik kontak mnggunakan probe Coordinate Measuring Machine (CMM). Pengujian nilai D dan d juga dapat dilakukan dengan teknik non-kontak yaitu menggunakan CMM optik dan pengembangan teknik non-kontak secara otomatis untuk mengurangi unsur subyektifitas dengan analisis citra OpenCV. Estimasi ketidakpastian dimulai dari identifikasi sumber ketidakpastian yang berpengaruh dalam pengujian diameter pelat orifice berdasarkan perumusan model matematis. Dari 2 metode tersebut, metode Analisis Citra OpenCV memiliki nilai %eror yang lebih kecil dibandingkan dengan metode CMM Optik D yaitu 3,86% dan d 7,22%. Nilai metode CMM Optik lebih kecil yaitu ± 5,7x10-4 in dibandingkan metode Analisis Citra OpenCV. 2 metode tersebut masih dalam batas area keberterimaan dengan memenuhi rasio toleransi dan akurasi alat ukur maksimum 3:1.

Keywords


orifice, diameter, image, expanded uncertainty

Refbacks

  • There are currently no refbacks.