ANALISIS PEMBEBANAN LALU LINTAS PADA PERANCANGAN PERKERASAN KAKU METODE AASHTO 1993, Pd T-14-2003 DAN AUSTROADS 2012

DOI: https://doi.org/10.32722/pt.v16i1.873

Ivana Eka Rosdyansyah, Eva Azhra Latifa

Abstract


1) dan 2)  Email : 1), 2)
ABSTRACT

Pavement, as a part of a road directly involved with traffic load, should be designed to be effective and efficient. One important parameter in the pavement design is the traffic load. The design methods used are AASHTO 1993, Pd T-14-2003 and AUSTROADS 2012. This research aims to analyze the difference in rigid pavement design parameters between the three methods, with an emphasis on traffic design analyses in the Equivalent Single Axle Load (ESAL) and sampling the traffic load throughout the Bogor Roadway. The scope of the analysis on traffic design parameters of each method in this paper excludes explicit calculation of monetary costs. With the same secondary data from Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV, the Pd T-14-2003 calculation method yielded the largest result of 1.56x109ESAL, followed by the AUSTROADS method with 2.26x108ESAL and the AASHTO 1993 with 1.82x108 ESAL. This paper recommends the Pd T-14-2003 method because it is relatively safer than other methods to be used in pavement designs. This method considers the repetitive load generated by every type of axles, not just those of heavy vehicles, as well as traffic growth factor, keeping intact the value of the Business Vehicle Axle Amount (Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga; JSKN).

Key words: ASSHTO 1993, AUSTROAD 2012, Pd T-14-2003, traffic design.

ABSTRAK

Perkerasan jalan merupakan bagian dari perancangan jalan yang harus dirancang secara efektif dan efisien. Salah satu parameter penting dalam perancangan adalah beban lalu lintas. Metode perancangan yang digunakan yaitu AASHTO 1993, Pd T-14-2003 dan AUSTROADS 2012. Tujuan penyusunan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan parameter perancangan untuk lalu lintas rencana dari ketiga metode, serta merekomendasikan lalu lintas rencana (ESAL) untuk kemudian digunakan untuk merancang ketebalan perkerasan jalan Raya Bogor. Ruang lingkup analisis seputar parameter perancangan lalu lintas rencana masing – masing metode tanpa menghitung aspek biaya secara eksplisit. Dengan data sekunder yang sama dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV didapat hasil analisis perhitungan lalu lintas rencana untuk metode Pd T-14-2003 adalah yang terbesar 1,56x109ESAL, AUSTROADS sebesar 2,26x108ESAL dan AASHTO 1993 sebesar 1,82x108 ESAL. Metode Pd T-14-2003 perlu direkomendasikan, karena dibandingkan metode lainnya relatif aman untuk digunakan dalam merancang perkerasan. Pada metode ini mempertimbangkan repetisi terhadap setiap jenis sumbu kendaraan niaga yang melalui perkerasan tersebut, tidak hanya beban sumbu kendaraan berat, dengan mempertimbangkan faktor pertumbuhan lalu lintas dinyatakan sebagai Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga (JSKN).


Kata kunci : ASSHTO 1993, AUSTROAD 2012, lalu lintas rencana, Pd T-14-2003.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License