STUDI EKSPERIMENTAL BALOK KAYU LAMINASI DENGAN VARIASI MODULUS ELASTISITAS DAN BENTUK PENAMPANG

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Alvianti Alvianti

Abstract

Balok kayu glulam digunakan untuk mendapatkan dimensi penampang yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari kapasitas lentur yang optimal berdasarkan bentuk penampang glulam dari 4 buah papan. Tujuan lainnya adalah membandingkan perilaku lentur balok glulam Albasia dan kombinasi jenis kayu Albasia-Meranti. Papan kayu disusun menjadi penampang persegi panjang, I, dan boks menggunakan perekat ‘epoxy’. Dasar perencanaan bentuk penampang I dan boks adalah memiliki shear flow terkecil pada pertemuan web dan flens. Balok glulam kombinasi jenis kayu menggunakan kayu Meranti pada bagian flens penampang I dan boks. Pengujian lentur balok menggunakan metode ‘third point loading’. Kapasitas lentur dan daktilitas balok glulam Albasia seluruhnya dengan penampang I adalah yang paling besar dibandingkan balok penampang persegi panjang dan boks glulam Albasia seluruhnya. Penggunaan kayu Meranti pada flens meningkatkan kapasitas lentur penampang I dan boks hingga 44.41% dan 57.56% dibandingkan balok glulam Albasia seluruhnya. Namun kombinasi tersebut menurunkan daktilitas penampang I dan boks hingga -26.27% dan -17.11% dibandingkan glulam Albasia seluruhnya. Moda kegagalan dominan pada penampang persegi panjang adalah kegagalan lentur. Moda kegagalan dominan pada penampang I dan boks Albasia adalah kombinasi kegagalan lentur dan geser. Moda kegagalan dominan pada penampang I dan boks glulam kombinasi Albasia-Meranti adalah kombinasi kegagalan lentur dan geser.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

  1. Artiningsih, N. K. A, 2012. Pemanfaatan Bambu Pada Konstruksi Bangunan Berdampak Positip Bagi Lingkungan. Metana, 8(01)
  2. Echavarria, Cesar, 2012. Bamboo-Reinforced Glulam Beams: An Alternative to Fiberglass-Reinforced Glulam Beams. Dyna rev.fac.nac.minas vol.79 no.174.
  3. Hunggurami, E., Sir, T. M., & Lau, M. I, 2015. Pengujian Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Material Pengganti Kayu dengan Campuran Serat Nilon. Jurnal Teknik Sipil, 4(2), 209-216.
  4. Khorasan, Sepehr Rahili, 2012. Finite-Element Simulations of Glulam Beams with Natural Cracks. Master Thesis, Blekinge Institue of Technology, Karlskrona, Swedia.
  5. Sulistyawati, I., Nugoho, N., Suryokusumo, S., & Hadi, Y. S, 2008. Kekakuan dan kekuatan lentur maksimum balok glulam dan utuh kayu akasia. Journal of Civil Engineering, 15(3), 113-122.
  6. Serrano, Erik, 2000. Adhesive Joints in Timber Engineering – Modelling and Testing of Fracture Properties. Doctoral Thesis, Lund University, Lund, Swedia.
  7. SNI 7973-2013, 2013. Spesifikasi Desain untuk Konstruksi Kayu. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta, Indonesia.
  8. Suryoatmo, Bambang, Adhijoso Tjondro, Oscar R. Sandy. 2007. Evaluation of Moduli of Elasticity and Famping Ratios of Some Indonesian Spec ies Using the Free Vibration Method. Proceedings of the 15th International Symposium on Nondestructive Testing of Wood, Duluth Minessota, Amerika Serikat.
  9. Tjondro, Adhijoso. 2007. Behavior of Single Bolted Timber Connections with Steel Seide Plates Under Uni-Axial Tension Loading.