MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK DENGAN SISTEM KONTRAK LUMPSUM

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Siti Irmawati

Abstract

Kontrak lump sum memiiki kelebihan dan kekurangan yang perlu dijadikan bahan pertimbangan oleh kontraktor untuk menentukan tindakan dalam mengatasi risiko. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa tingkat risiko yang mungkin akan dialami oleh kontraktor dalam sebuah proyek dengan sistem kontrak yang sudah berjalan dan melakukan manajemen risiko. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, brainstorming, dan menggunakan kuesioner berdasarkan penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil pengujian validitas dan reabilitas, risiko yang valid kemudian dianalisa  menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process method), menghitung nilai FR (Faktor Risiko) berdasarkan metode SNI (Standar Nasional Indonesia), dan menggunakan metode Decision Tree Analysis untuk menjelaskan faktor risiko yang mempengaruhinya. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa risiko yang memiliki nilai faktor terbesar dari tiap tahapan proyek adalah: 1) Perencanaan: Perijinan proyek = 0,594 ; 2) Proses lelang & kontrak kerja : Sistem kontrak yang digunakan = 0,560 ; 3) Pelaksanaan konstruksi : Kecelakaan kerja = 0,601 ; 4) Penyimpangan dalam pelaksanaan dan operasional terhadap perencanaan : Sumber pembiayaan = 0,573. Kemudian mitigasi risiko dapat dilakukan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##