EKSTRAKSI PASIR SLIKAT (SILLICOND SAND) SEBAGAI MATERIAL SUBTRAT PADA SENSOR GAS DAN TURUNANNYA

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Tossin Alamsyah

Abstract

Pasir silika adalah material dari kristal silika (SiO2) dan senyawa lainnya yang mengandung material lain  selama proses deposisi, memiliki komposisi gabungan dari SiO2, Fe2O3, Al2O3, CaO, MgO, dan K2O.  Sensitivitas atau responsivitas suatu sensor gas dapat dipengaruhi oleh porositas pada permukaan substrat, umumnya substrat material dari sensor gas digunakan alumina (Al2O3) atau dioxside silikon (SiO2).

Pada artikel  ini membahas tentang hasil proses sintering pada pasir silika yang bertujuan untuk mendapatkan struktur SiO2 yang baik, khusunya dalam parameter konduktivitas termal. Proses sintering dilakukan pada pasir silika dengan campuran almunium sulfat (AlSo4) pada 1600o untuk hasil kemudian tumbuk menjadi tiga (3) buah sampel yaitu sampel A ukuran  mesh 300, Sampel B ukuran mesh 500 mesh dan sampel C ukuran mesh  1000 mesh.

Hasil pengamatan, jika tiga sampel dipanaskan (T) sampai 1000 , sampel C memiliki responsivitas tinggi untuk dibandingkan dengan sampel a dan b dengan rasio 5,7; 5,4 dan 4,8. Disimpulkan bahwa bahan substrat dengan ukuran mesh kecil  (sampel C, 1000) memiliki resistivitas termal yang tinggi dibandingkan dengan ukuran bahan mesh rendah , sampel A (mesh 300) dan  dan B(mesh 500).

Akhirnya  ketika diimplementasikan dalam model sensor Gas CO, dihasilkan bahwa sample C dengan mesh 1000 memiliki thermal sensitivitas yang lebih besar dibandingkan dengan sampel B dan A

##plugins.themes.academic_pro.article.details##