PEMBANGUNAN SANITASI TEMPAT MCK KOMUNAL DI DESA URUG, BOGOR, JAWA BARAT

DOI: https://doi.org/10.32722/mapnj.v1i1.1979

Dyah Nurwidyaningrum, Andika Pradiptiya, Rinawati Rinawati

Abstract


Desa Urug memiliki potensi sebagai dentinasi wisata budaya (cultural heritage) dan aktif melakukan kegiatan ritual adat setiap tahun yang mengundang banyak turis mancanegara. Saat ini, kondisi tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK) komunal di Desa Urug belum mencukupi kebutuhan warganya apalagi untuk turis yang berkunjung. Sanitasi tempat MCK  di Desa Urug sangat dibutuhkan karena mulai terjadi degradasi lingkungan di daerah desa yang padat dan sebagian besar warga tidak memiliki MCK pribadi. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk   menghasilkan bangunan MCK dan sanitasi pelengkap yang mendorong cara hidup sehat dan tidak mencemarkan lingkungan di Desa urug dan sekitarnya. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan ini adalah pembangunan perlengkapan sanitasi dan MCK komunal yang terpadu dengan tempat MCK yang sedang dibangun oleh pemerintah Desa Urug. Hasil dari pengabdian ini adalah tempat MCK yang lengkap dengan sistem sanitasi sehingga warga terhindar dari penyakit dan pencemaran lingkungan. MCK ini ditempatkan berada di tepi sungai dengan pelengkap sanitasi di bawahnya, teras MCK menghadap ke arah permukiman warga, dengan demikian warga dapat langsung mengawasi penggunaannya dan membersihkan dengan cepat. Standar MCK yang dilaksanakan berdasarkan standar SNI. Keberadaan MCK dengan sanitasi ini menjadi bagian prasarana kewisataan Desa Urug. Selain itu hasil dari pengabdian ini sebagai model contoh untuk diterapkan pada tempat MCK lain di Desa Urug tersebut.

Keywords


MCK komunal; perlengkapan sanitasi; kampung wisata; degradasi lingkungan;

Full Text:

PDF

References


ASEAN Secretariat. 2016. ASEAN Homestay Standard. ISBN 978-602-0980-74-4.

Community Sanitation Governance (CSG). 2016. A Riview and Comparative Analysis if Indicative Service Costs for Different Sanitation Service Scales in Indonesia. Institute for Sustainable Futures. 1-25.

Dian, M.P. dan Nazir, I.R. 2018. Dampak Model Pengembangan Wisata Budaya Terhadap Upaya Pelestarian di Kampung Naga, Garut, Indonesia. Saintech, 28(2). 15-21. ISSN: 1410-7104.

Fachrudin, H.T. dan Lubis, M.D. 2016. Planning for Riverside Area as Water Tourism Destination to Improve Quality of Life Local Residents, Case Study: Batuan-Sikambing River, Medan, Indonesia. Procedia-Social and Behavioral Sciences. 234. 434-441.

Heston, Y.P. dan Ayuningtyas, Y.R.. 2007. Water and Sanitation Technology Citizen Needs Assessment in Kolorai Island. IOP Science. 152. DOI: 10.1088/1755-1315/152/1/012007.

Miller, G.T., Spoolman, S.E. 2012. Living in The Environment. Brooks/Cole. USA.

Nurwidyaningrum, D. 2014. Potensi Konservasi Energi Rumah Tinggal di Permukiman Perkotaan Berbasis Budaya Masyarakat Sunda. Tesa Arsitektur, Journal of Architectural Discourses. 12(1). 28-42.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PERMENPUPR RI). 2017. Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik. Nomor 04/PRT/M/2017.

Pratminingsih, S.A., Rudatin, C.L., T.Rimenta. 2014. Role of Motivation and Destination Image in Predicting Tourist Revisit Intenstion: A Case of bandung-Indonesia. International Journal of Innovation, Management and Technology. 5(1). 19-24.

Standar Nasional Indonesia (SNI). 2002. Tata Cara Perencanaan Bangunan MCK Umum. SNI 03-2399-2002. ICS 27.180. Badan Standardisasi Nasional.

Wirawan, P., Razak, A., Dewata, I. 2017. Hubungan Pendidikan, Penghasilan, Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dengan Pemanfaatan MCK Komunal. Promotif Jurnal Kesehatan Masyarakat. 7(2). 135-145. ISSN 2503-1139.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.