EFEKTIVITAS PRINSIP MENGENAL NASABAH PADA BANK SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENCEGAH TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

Elisabeth Y Metekohy, Ida Nurhayati

Abstract


Perbuatan pencucian uang pada umumnya diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan untuk
mengubah hasil kejahatan seperti hasil korupsi, kejahatan narkotika, perjudian, penyelundupan, dan
kejahatan serius lainnya, sehingga hasil kejahatan tersebut menjadi nampak seperti hasil dari
kegiatan yang sah karena asal usulnya sudah disamarkan atau disembunyikan. Selain itu, nominal
uang yang dicuci biasanya luar biasa jumlahnya, sehingga dapat mempengaruhi neraca keuangan
nasional bahkan global, dan kejahatan ini menurut R. Bosworth Davies, dalam Jurnal Kriminologi (
Mujahidin, 2007 ) dapat menekan perekonomian dan menimbulkan bisnis yang tidak fair, terutama
kalau dilakukan oleh pelaku kejahatan yang terorganisir. Indonesia pada tahun 2002 telah
melakukan kriminalisasi terhadap pencucian uang yaitu dengan diundangkannya UU No. 15 Tahun
2002 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (UUTPPU) sebagaimana telah diubah menjadi
Undang-Undang No 25 Tahun 2003. Upaya pencegahan dan pemberantasan pencucian itu secara
parsial dan sporadic telah dilakukan sebelum dibuatnya undang-undang tersebut, hal itu terlihat
dari ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia tentang Prinsip Mengenal Nasabah ( Know
Your Customer ) dengan mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia ( PBI ) No 3/10/PBI/2001 tentang
Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah ( Know Your Customer Principles atau KYC ) pada tanggal
18 Juni 2001.value.
Kata Kunci: Prinsip Mengenal Nasabah, Tindak Pidana, Pencucian Uang

Full Text:

PDF (Indonesian)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.