MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DEPOK

DOI: https://doi.org/10.32722/eb.v10i2.412

Tuty Herawati

Abstract


Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi yang dimiliki oleh Kelurahan Pasir Putih
dan Kelurahan Sawangan Baru di Depok untuk menjadi desa wisata serta bagaimana peran serta
masyarakat desa dalam mengembangan pariwisata yang merupakan program pemerintah daerah
sebagai wujud pemberdayaan masyarakat di Depok. Survey dilakukan di 2 tempat yaitu
Kelurahan Pasir Putih dan Kelurahan Sawangan Baru . Data diperoleh langsung dari responden
yaitu, petani, pelaku usaha, masyarakat dan pemerintah daerah. Object yang disurvey adalah
sumber daya yang dimiliki oleh desa, meliputi sumber daya alam, budaya dan cara hidup, seni,
hasil karya, fasilitas dan sejarah dari kelurahan tersebut. Dari hasil analisis di dua kelurahan
tersebut mempunyai potensi untuk dijadikan desa wisata dimana kelurahan Pasir Putih memiliki
sumber daya alam berupa kebun belimbing, kebun jambu dan kebun sayur-sayuran, serta memiliki
kesenian daerah calung dan marawis sementara kelurahan Sawangan Baru memiliki potensi
kelompok kelompok usaha dalam pengolahan hasil kebun seperti belimbing diproses menjadi jus,
sirup, selai, manisan dan lain sebagainya. Model Pemberdayaan Masyarakat dan Penanggulangan
Kemiskinan melalui desa wisata, yang diusulkan adalah desa wisata Tipe terbuka (spontaneus)
system cluster dengan model pengelolaan Ekowisata Berbasis Masyarakat.
Kata kunci: pemberdayaan, desa wisata, potensi, perkebunan belimbing, kelurahan
Abstract
This Study aimed to explore the possibility and the chance of Pasir Putih and Sawangan Baru
Village Depok to become the local tourism village destination, it is also studied the roleof society
participation creating village tourism destination is the local district government program. This
study is done in 2 area Pasir Putih region and Sawangan Baru region. The sample of population
chosen the farms, bussinessman and local government officer. The result said that Pasir Putih
region and Sawangan Baru region has the potency to develop and being village tourism
destination. Pasir Putih region has starfruit, guava and vegetables plantation and Sawangan Baru
has a group of small bussiness which process a foods and drinks from starfruits and seaweed such
as : juice, jam, syrup, soft drink and sweetened foods. The society empowerment to improve the
society welfare is suggested by improving village tourism, spontaneus type with cluster system.
Key words : empawerment, tourism village, potency, starfruit plantation, local governmen

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.