PENGGUNAAN AHP UNTUK PEMILIHAN METODE PERENCANAAN ANTARA KONVENSIONAL DENGAN BIM PADA REDESIGN PROYEK KONSTRUKSI


Iwan Supriyadi, Aland Hasbi

Abstract


Abstract 

During the construction projects, delays usually happen which are mainly caused by reworks, where 60% of reworks are caused by design failure. Since designs have a major impact on construction projects, there are methods to correctly create a design. Three methods of planning that can be done are conventional, semi-conventional, and BIM methods. The three methods have both advantages and disadvantages. Decision making for method selection for redesigning is very crucial to avoid delays to a project. The three main criteria in method selection are cost, time, and system. This research was done to decide the main criteria, sub-criteria, and an alternative in decision making of method selection for redesigning through the use of AHP (Analytical Hierarchy Process) and analyze conditions on the field with the result of AHP analysis. The result showed that cost was the main criterion with a weight if 0.40 and the sub-criterion for the cost was the HR  training cost with a global weight of 0.21. Alternative planning method selected was the BIM method with a global weight of 0.66. The result of field analysis showed that BIM planning method was 60.4% faster than the conventional method with an increase of training cost by 62.5%. The conclusion of this research was that BIM planning method was more efficient than conventional and semi-conventional planning in the process of re-design.

Key words: Re-design, Conventional, BIM, AHP

Abstrak

Pada pelaksanaan proyek konstruksi, keterlambatan dengan rework menjadi penyebab utama dimana 60% penyebab Rework disebabkan oleh kesalahan desain. Besarnya dampak desain pada proyek konstruksi maka berbagai cara dilakukan untuk menyelesaikan proses desain dengan tepat. Tiga metode perencanaan yang dapat dilakukan yaitu Metode Konvensional, Metode Semi Konvensional, dan Metode BIM. Ketiga metode perencanaan tersebut sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Pengambilan keputusan saat pemilihan metode perencanaan pada pekerjaan re-design sangat krusial dalam mengurangi keterlambatan proyek. Banyaknya variabel dan kurangnya kriteria obyektif menyulitkan proses pemilihan metode perencanaan re-design. Tiga kriteria utama dalam proses pengambilan keputusan dalam pemilihan metode perencanaan re-design yaitu biaya, waktu, sistem. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kriteria utama, subkriteria dan alternatif dalam penentuan pengambilan keputusan dalam pemilihan metode perencanaan re-design dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hirerachy Process) dan menganalisa kondisi di lapangan dengan hasil analisis AHP. Hasil penelitian menunjukkan biaya menjadi kriteria utama dengan bobot sebesar 0.40 dan subkriteria yang terpilih adalah biaya pelatihan SDM dengan bobot global sebesar 0.21. Alternatif metode perencanaan yang dipilih adalah metode perencanaan BIM dengan bobot global sebesar 0.66. Hasil analisis lapangan juga menunjukan bahwa metode perencanaan BIM lebih cepat 60.4% dari metode perencanaan konvensional dengan peningkatan biaya pelatihan sebesar 62.5%. Simpulan dari penelitian ini adalah Metode Perencanaan BIM lebih efisien daripada Perencanaan Konvensional maupun semi-konvensional dalam pengerjaan re-design.

Kata kunsi : Re-design, Konvensional, BIM, AHP


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


REDAKSI

CONSTRUCTION AND MATERIAL JOURNAL

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Email: camjournal.sipil@pnj.ac.id

Website: http://jurnal.pnj.ac.id/index.php/cmj

Telp: 021-7270036