KEWAJIBAN PAJAK PENGHASILAN UMKM WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (STUDI KASUS PADA TOKO CSG)

DOI: https://doi.org/10.32722/acc.v5i1.1796

Mohammad Mozart, Hayati Fatimah, Agus Purwaji

Sari


ABSTRACT
The main source of income for a major State is comes from tax revenues. The imposition of income tax, especially
in the MSME’s sector (Micro, Small Medium Enterprises) has a huge potential revenue, but the awareness of
Taxpayers to comply with it’s obligations is still low. Therefore, the government attempts to issue tax rules in
order to facilitate the perpetrators of MSME’s with the method of recording to pay the Final Income Tax of 1%
of the business turnover per month. Along with the rises development of UMKM business with a turnover above
Rp 4.800.000.000 are required to do bookkeeping in accordance with applicable provisions although very simple.
But not all business owners are able to do bookkeeping because of the limitations of resources by the owner. The
purpose of this research is to assist the MSME’s required by the rules to conduct bookkeeping in applying
obligations as Taxpayer in accordance with the provisions of the Tax Law. This type of qualitative research is a
case study. The method of data collection obtained through literature study, interview, observation, and
documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation, and verification. The result of
this research shows that the obligation of taxation required on CSG trade store 2017 is not fully done considering
the incapability of the resources by the owner to do bookkeeping and pay the installment of Income Tax Article
25.
 
Keywords: Income Tax (PPh), MSME’s, Recording, Bookkeeping
 
ABSTRAK
Sumber utama penerimaan suatu Negara terbesar berasal dari penerimaan pajak. Penerimaan Pajak Penghasilan
(PPh) khususnya pada sektor UMKM memiliki potensi penerimaan yang sangat besar, namun kesadaran Wajib
Pajak (WP) untuk mematuhi kewajibannya masih tergolong rendah. Oleh karena itu, pemerintah berupaya
menerbitkan aturan pajak dengan tujuan untuk memudahkan para pelaku UMKM dengan metode pencatatan
untuk membayar PPh Final 1% dari omset usaha perbulan. Seiring perkembangan bisnis yang semakin cepat
UMKM dengan omset diatas Rp. 4.800.000.000,- dituntut untuk melakukan pembukuan sesuai ketentuan yang
berlaku walaupun dengan sangat sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah membantu UMKM dalam memenuhi
kewajiban sebagai WP sesuai Ketentuan Undang-Undang Perpajakan. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan
adalah studi kasus. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan berupa studi kepustakaan, wawancara, observasi
dan dokumentasi. Teknik Analisis yang digunakan berupa teknik analisis reduksi data, penyajian data dan
verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kewajiban perpajakan yang diwajibkan pada UMKM Toko CSG
tahun 2017 yaitu melakukan pembukuan dan membayar angsuran PPh Pasal 25, hal tersebut belum sepenuhnya
dilakukan mengingat terbatasnya sumber daya yang dimiliki.
 
Kata Kunci: Pajak Penghasilan (PPh), UMKM, Pencatatan, Pembukuan


Kata Kunci


Income Tax (PPh), MSME’s, Recording, Bookkeeping

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##